Makan Durian Warso Farm Nikmat Sekali

Makan Durian Warso Farm Nikmat Sekali
warso farm

POHON DURIAN WARSO FARM

Ada seorang pensiunan tentara, yang bernama Warso, membeli sebuah lahan di Desa Cihedeung, Kelurahan Cipelang – Cijeruk Bogor. Tanah seluas 39 hehtar tersebut disulap menjadi sebuah perkebunan yang ditanami berbagai tanaman, terutama tanaman buah.

Kebun yang dibangun oleh pejuang kemerekaan itu, diberi nama Warso Farm. Pohon dan buah yang paling dikenal oleh masyarakat Bogor dan luar Bogor adalah buah durian dengan berbagai jenis. Diantaranya, durian Si Mas, durian tembaga, durian lay, durian petruk, durian sunan dan durian monthong.

Hari Kunjungan.

 

Baik di hari biasa, hari Senin sampai dengan hari Jumat, maupun hari Sabtu dan Minggu, serta hari libur nasional ramai dikunjungi warga, khususnya penggemar durian, ataupun warga yang ingin pergi dengan tujuan wisata alam.

Keberadaan Warso Farm ini ada di kaki gunung, sehingga saat datang dan pergi, disuguhi pemandangan indah di kiri dan kaan jalan. Tak ketinggalan pohon-pohon durian local, tumbuh di kebun-kebun dan halaman-halaman rumah penduduk.

Dengan demikian, para pengunjung melakukan beberapa aktivitas sekaligus, wisata alam dan wisata kuiner. Untuk makan siang, kita bisa mencoba nasi laksa, burung puyuh goreng di restoran-restoran yang ada.

Bertepatan dengan hari Raya Idhul Adah 1440 H, mimggu 10 Agustus 2019 saya berkunjung ke Warso Farm. Beruntun jalanan tidak macet, walaupun bertapatan dengan weekend dan hari libur nasional. Menurut Jakwahyudin, sopir Grab, biasanya betul-betul macet hari Sabtu dan Minggu.

Walaupun beruntung tidak kena macet, tapi ada juga tidak beruntungnya…hehehe.. karena  belum ada pohon durian yang berbuah….

Yang saya temui, baru satu pohon yang berbuah, tapi buah yang berduri itu belum layak panen…saya temui lagi, satu pohon yang sedang berbunga…sebagian kelopak bunganya berjatuhan…waduuuh….saya lupa memungutnya…karena sebetulnya bunga durian bisa dimasak..cocoknya dioseng.

Untuk mengobati kekecewaan karena tidak bisa makan buah durian matang dan dibawah pohonnya, di Warso Farm, akhirnya saya dan istri, mencoba makan durian lokal yang dijual di kiosk yang berada sebelah kanan setelah pintu masuk.

Untuk durian local harganya Rp. 60.000 per kilogram. Sedangkan durian local unggul harga dipatok Rp. 70.000 per kilogram. Tentu kami memilih yang durian unggul. Rasanya enak mantap, walaupun menurut saya rasanya masih kalah dengan durian monthong dan durian musang king yang pernah saya makan.

Saat ditimbang, durian yang akan kami makan, beratnya 2,3 Kg. Sehingga yang harus dibayar 2,3 x Rp. 70.000,- = Rp. 161.000,-.

Beli Durian Di Jalan.

Tak puas dengan durian yang dijual di kiosk Warso Farm, kami mencoba beli durian lokal yang dijual di pinggir jalan. Ternyata harganya bervariasi. Dari Rp. 60.000 sampai dengan Rp. 150.000,- per buah.

Setelah saya dan istri cicip-mencicip, akhirnya kami memilih sebuah buah durian, yang kalau dicium baunya semerbak. Setelah kami cicipi……waowww…mantap…Dan setelah tawar-menawar, harga yang disepakati adalah Rp. 140.000,-.

Sepanjang perjalanan pulang ,saya dan istri, serta sopir Grab, seru membahas buah durian. Istri saya nyletuk :”Ternyata uang lebih tahu rasa durian!”…ha ha ha….yang maksudnya, lebih enak rasa durian, lebih mahal harganya

Saking pinginnya makan durian matang pohon dengan suasana alam yang indah, saya bertanya ke pelayan kiosk, kapan musim buah durian tiba. Sekitar bulan Maret katanya.

Oh ya, perlu saya informasikan bahwa, jalan menuju arah Warso Farm dari arah Bogor menanjak, dan lebih banyak menanjak lurus. Berbeda dengan jalan di Puncak, yang menanjak dan menikung. Untuk yang pertama kali mengunjunginya saya berpesan agar hati-hati.

Kendaraan roda empat atau roda dua usahakan dalam kondisi prima, agar kuat menanjak. Jangan lupa mengecek kondisi rem, baik dari keaadaan kanvas, rem tangan  dan minyak remnya. Untuk pengisian BBM, ada SPBU di sisi kiri jalan dari arah Bogor Kota.

 

 

Bagikan:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply